Gerakan Ini Bisa Sebabkan Cedera Saat Olahraga

Olahraga memang baik untuk menyokong kesehatan, kebugaran, dan daya bendung tubuh. Meskipun semacam itu, tidak seluruh gerakan dalam Gerakan olahraga dapat menyokong kamu untuk mendapatkan tubuh yang bugar, khususnya apabila kamu salah dalam menjalankannya. Oleh sebab itulah kamu perlu mengetahui gerakan yang sebabkan cedera ketika olahraga supaya kamu terhindar dari risiko tersebut ketika melaksanakan latihan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya:

Gerakan Lat Pull-Downs

Gerakan olahraga lat pull-downs bertujuan untuk meningkatkan daya otot bahu dan tangan. Gerakan ini dijalankan dengan membatasi pegangan alat latihan di bagian belakang kepala, lalu menarik pegangan hingga turun ke bawah. Agar tarikan lebih optimal, bagian paha akan diganjal oleh bantal. Tapi, rupanya salah melaksanakan gerakan ini dapat menyebabkan risiko cedera pada sendi bahu, malahan dapat membuat sendi bahu mengalami robek. Ahli ortopedi dari Florida Orthopedic Institute, Jessica Malpeli menuturkan bahwa pedoman apabila seseorang mengalami cedera bahu ketika melaksanakan gerakan ini amat mudah, yaitu ketika melaksanakan gerakan dan bahu menjadi sakit dan terasa tidak nyaman. Jessica malahan memberi anjuran untuk melaksanakan gerakan ini dengan posisi tangan di depan kepala.

Bicycle Crunch

Gerakan olahraga ini menuntut keseimbangan yang bergantung pada punggung bagian atas dan bawah. Bicycle crunch hampir mirip dengan sit-up, bedanya ketika melaksanakan gerakan ini, lutut akan diangkat beriringan dengan kepala hingga posisi hidung nyaris mencium ujung lutut. Tapi, rupanya terlalu kencang melaksanakan gerakan ini dapat menyebabkan cedera tulang belakang, khususnya pada bagian leher. Tidak hanya itu, bicycle crunch juga berpotensi menimbulkan kekakuan pada otot punggung di bagian bawah yang berujung pada terjadinya hernia pada tulang belakang. Ini disebabkan sebab ketika dijalankan dengan kecepatan yang berlebih, tulang belakang bagian atas seo akan mengalami kelebihan tekanan, dan keadaan ini akan berpengaruh pada tulang belakang bagian lumbar.

The Romanian Deadlift

Gerakan olahraga ini Lebih dikenal dengan gerakan angkat beban, the romanian deadlift rupanya amat berisiko menyebabkan cedera pada punggung, meski gerakan ini sebetulnya amat baik untuk pinggul dan punggung apabila dijalankan dengan sistem yang benar. Tentunya, posisi kaki dan jarak antara kedua kaki harus pas, sehingga ketika beban diangkat, otot paha hingga tulang bagian belakang dan otot bokong tidak bekerja terlalu keras dalam membendung beban. Oleh sebab itu, sebaiknya lakukan gerakan ini dengan pendampingan pelatih dan beban yang tidak terlalu berat sebagai tahap permulaan. Ini dijalankan untuk menghindari otot jadi kaget atau kejang ketika mengangkat beban, khususnya apabila kamu masih pemula dan baru pertama kali menjalankannya.

Pull-up

Gerakan olahraga yang dapat menjadi penyebab cedera ketika olahraga berikutnya yaitu pull-up atau mengangkat badan dengan bergantung pada daya otot tangan. Gerakan ini amat rentan menyebabkan cedera bahu apabila kamu menjalankannya tanpa berhati-hati. Pull-up tidak hanya sebatas menarik tubuh ke atas, diperlukan koordinasi otot tubuh bagian bawah untuk menyokong tubuh supaya terangkat ke atas. Sistem melaksanakan gerakan ini dengan aman yaitu memulai dari tahap bergelantungan dengan posisi kedua tangan lurus ke atas. Pelan-lahan, tarik tubuh ke atas, lalu turunkan lagi. Agar tidak terjadi cedera, jangan langsung menarik tubuh secara optimal, tariklah dengan interval kenaikan sebesar lima senti tiap-tiap tingkatannya.

The Overhead Squat

The overhead squat yaitu Gerakan olahraga lanjutan dari the romanian deadlift. Gerakan mengangkat beban di atas kepala dan mempertahankannya dengan bergantung pada daya otot paha hingga telapak kaki ini juga amat rentan akan cedera, khususnya pada bahu, rahim, leher, dan lumbal. Meskipun semacam itu, apabila dijalankan dengan teknik yang pas, gerakan ini dapat meningkatkan daya otot lutut dan pinggul.

Agar terhindar dari Gerakan olahraga yang sebabkan cedera ketika olahraga ini, karenanya kamu perlu menjalankannya dengan benar. Caranya, pastikan punggung kamu tetap berada dalam posisi lurus pada ketika kamu akan menaikkan atau menurunkan beban. Saat kamu merasa punggung melengkung ketika mengangkat dan menurunkan beban, hentikan latihan dengan langsung.

No Comments, Be The First!

Your email address will not be published.