Lokasi Tempat Wisata di Manado yang Wajib Dikunjungi Part 2

Manado yaitu ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Kota ini mempunyai slogan ‘Torang Samua Basudara’ yang berarti Kita Semua Bersaudara. Masyarakat Manado dikenal dengan keramahannya pada pendatang sebab bagi mereka, semua yang datang ke kotanya yaitu saudara.

Kota Manado ini awam dipakai sebagai persinggahan sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke Taman Laut Bunaken yang memang telah dikenal sebagai salah satu tempat tamasya bawah laut terbaik di dunia. Kenyataannya, Taman Laut Bunaken bukan satu-satunya tempat tamasya terbaik di Manado. Untuk mengetahui tanah Minahasa ini lebih dekat, berikut kesimpulan tempat tamasya di Manado yang dapat Anda kunjungi ketika sedang berada di kota ini:

  1. Taman Wisata Tandurusa

Taman tamasya Tandurusa berada di Kecamatan Aertembaga atau sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota Manado. Di tempat tamasya ini, Anda dapat menemukan banyak binatang khas Sulawesi mulai dari babirusa, monyet hitam, tarsius dan bermacam tipe burung. Yang paling menarik tentu saja tarsius yang telah menjadi ikon Sulawesi Utara. Tarsius ini bentuknya menyerupai monyet tapi tubuhnya tak lebih dari 15 cm. Tangan dan kakinya berukuran lebih panjang dari tubuhnya. Satu cirinya yang paling mencolok yaitu matanya yang bulat besar dan berukuran hampir separuh dari wajahnya.

  1. Bukit Kasih

Tampaknya, slogan masyarakat yang mengatakan bahwa semua bersaudara bukanlah ucapan belaka. Hal ini digambarkan dengan adanya Bukit Kasih yang yaitu simbol kerukunan beragama di Manado. Di sini, Anda dapat menemukan rumah ibadah dari lima agama legal di Indonesia dalam satu tempat. Bukit Kasih berada di Desa Kanonang atau sekitar 55 km dari pusat kota Manado. Tidak jauh dari pintu masuk, Anda akan disambut dengan sebuah monumen setinggi 22 meter yang disebut dengan Tugu Toleransi. Monumen ini berbentuk segi lima yang di setiap sisinya terdapat simbol masing-masing agama dengan kutipan ayat dari kitab sucinya.

Naik ke atas, ada lima rumah ibadah yang masing-masing dikaitkan dengan anak tangga berkelok. Untuk dapat berkeliling tempat tamasya ini, Anda seharusnya naik-turun ratusan anak tangga, karenanya sebaiknya Anda menerapkan alas kaki yang nyaman. Selain Tugu Toleransi, ada sebuah menara salib berwarna putih dengan tinggi menempuh 53 meter. Menara ini pun dapat diamati dari kawasan boulevard yang ada di pusat kota Manado.

  1. Museum Negeri Sulawesi Utara

Sistem paling praktis untuk mengetahui adat istiadat dari setiap tempat yaitu dengan mengunjungi museumnya. Di Museum Negeri Manado Sulawesi Utara, Anda dapat melihat adat istiadat suku Minahasa yang yaitu suku autentik provinsi ini. Tempat tamasya yang berada di Jalan WR. Supratman ini mempunyai bermacam koleksi yang membuktikan adat istiadat masyarakat setempat. Anda dapat menemukan miniatur rumah adat, baju adat, alat menangkap ikan, peralatan rumah tangga, hingga benda peninggalan pahlawan tempat. Sempurna ada sekitar 2.810 buah koleksi yang ada di museum dia ini. Untuk dapat masuk ke tempat tamasya di Manado ini, Anda cuma dikenakan biaya sebesar 1.000 Rupiah untuk dewasa dan 250 Rupiah untuk anak-anak. Museum buka setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.

  1. Kawasan Boulevard

Kawasan boulevard ini berada di sepanjang Jalan Pierre Tendean. Pada mulanya, kawasan ini cuma menjadi lokasi berjualan para pedagang kaki lima, hingga kemudian pemerintah kota menjadikannya sebagai landmark kota Manado. Pada sore hari, tempat tamasya ini ramai dikunjungi warga untuk menikmati pemandangan sang surya terbenam. Sekiranya Anda berharap membuktikan estetika sang surya terbenam di sini, sebaiknya datang sebelum jam 5 sore agar mendapatkan tempat duduk untuk duduk. Malam harinya, kawasan ini menjadi pusat kuliner di Manado. Tidak cuma makanan khas Manado yang dikenalkan di sini, tapi juga ada banyak kuliner dari tempat lain di nusantara. Sambil menikmati makanan, Anda dapat melihat estetika Pulau Manado Tua di seberang laut.

  1. Kota Bunga Tomohon

Bergeser sedikit dari Manado, sekitar 22 km ada kota Tomohon yang disebut sebagai Kota Bunga. Berada di kaki Gunung Lokon, tanah di Tomohon menjadi betul-betul subur dan pas untuk budidaya bermacam tipe bunga. Di sini, setiap rumah mempunyai kebun pribadi dipenuhi bunga warna-warni yang cantik. Antara bulan Juni – Agustus, biasanya diadakan festival bunga hias. Anda dapat melihat parade bunga dan bermacam pertunjukan seni di sepanjang trek kota. Sekiranya belum puas menikmati kota page one google ini dalam satu hari, Anda tak perlu khawatir sebab ada banyak penginapan di Tomohon.

No Comments, Be The First!

Your email address will not be published.